Rangkaian kagiatan “Senam Bersama Olahraga Tanpa Dehidrasi (Otari)” yang diselenggarakan oleh Indonesian Hydration Working Group (IHWG) mencapai puncaknya. Hari terakhir, kegiatan yang juga dalam ranga memperingati World Day of Physical Activity atau Hari Aktivitas Fisik Sedunia ini dipusatkan di pelataran Gedung B Rumpun Ilmu Kesehatan (RIK) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Depok, Jawa Barat, Minggu (19/04). Sebelumnya, kegiatan serupa telah sukses diselenggarakan di dua tempat berbeda, yakni di FKUI, Salemba, Jakarta Pusat dan di Kantor Kelurahan Pisangan Timur, Pulogadung, Jakarta Timur.

Namun sedikit berbeda pada acara senam Otari kali ini. Peserta yang hadir tak terbatas pada undangan. Panitia juga mengajak warga masyarakat lain yang tengah berolahraga di sekitar kampus UI. Peserta begitu antusias mengikuti rangkaian senam Otari yang kembali dipandu oleh Hang Rahardjo dan Yati Suryatika dari Yayasan Jantung Indonesia.

Seperti biasa, sebelum senam Hang mengajak peserta memeriksa denyut nadi guna mengetahui seberapa siap kondisi fisik untuk mengikuti senam tersebut. Demikian halnya setelah melakukan gerakan inti dan setelah pendinginan. “Ini penting dilakukan guna mengetahui apakah bapak ibu sanggup mengikuti senam ini. Jadi tidak sampai memaksakan diri karena akan berdampak fatal,” terang Hang, instruktur senam dari Klub Jantung Sehat (KJS) Pondalisa ini.

Dan seperti sebelumnya, kegiatan ini pun dibarengi dengan penyuluhan mengenai manfaat olahraga, memilih olahraga yang tepat, serta bagaimana baiknya mengonsumsi air yang cukup, sebelum, saat, dan sesudah aktivitas olahraga. Dr. dr. Ermita Ibrahim Ilyas mempresentasekan materi tersebut.
“Olahraga teratur bisa mencegah penyakit-penyakit degeneratif yang semakin meningkat, seperti jantung, hipertensi, dan lainnya. Namun demikian, tentunya jenis olahraga yang tepat pula yang harus dipilih,” kata dia.

“Jangan sampai bukannya sehat tapi malah semakin buruk kondisi kesehatan kita. Jadi sebaiknya ikuti aturan yang tepat. Termasuk ketika kita minum air, yang cukup saja, jangan juga berlebihan nanti overhidrasi,” sambungnya.

Melihat tingginya minat masyarakat mengikuti senam tersebut, Ketua Panitia, dr. Dewi Friska, MKK mengatakan bahwa, kegiatan olahraga yang diselenggarakan oleh IHWG tersebut dikemas berbeda dengan lainnya. “Di sini bukan sekadar olahraga, tapi ada juga nilai edukasinya. Peserta akan mengetahui dan memahami bahwa tidak sembarang jenis olahraga bisa dilakukan dan bagaimana dengan asupan cairan yang cukup bagi tubuhnya. Kalau minumpun tidak kurang, atau bahkan berlebihan. Jadi cukup bagi tubuh kita,” paparnya.

Ari, salah satu peserta asal Depok menuturkan, ini merupakan pengalaman pertama dimana senam dibarengi dengan penyuluhan soal hidrasi. “Kalau yang lainnya kan cuma senam aja. Gak ada pengetahuan seperti tadi,” kata Ari yang kebetulan sedang joging di area kampus UI ini.

Demikian pula dengan Soleh. Bapak dua anak yang hampir setiap Minggu berolahraga di lingkungan kampus UI ini mengaku puas dengan senam yang baru ia ikuti. Meski terlambat bergabung namun ia bisa mendengarkan pemaparan singkat soal manfaat olahraga dan dehidrasi yang disampaikan oleh dr Ermita.

“Baguslah. Kita tidak sekadar datang dan ikuti senam, tapi bisa memahami apa si olahraga yang tepat bagi kita. Dan bagaimana baiknya minum air yang cukup saat olahraga. Kan selama ini banyak yang belum tahu, termasuk saya. Kita asal minum aja. Pokoknya rasa uda puas ya wes (sudah-red),” ucapnya.

[pio]

This slideshow requires JavaScript.