Pada hari kamis tanggal 12 Maret 2015 ini, kita memperingati hari ginjal sedunia, yang kebanyakan orang tidak mengetahuinya. Hari ginjal sedunia diperingati setiap tahunnya pada hari kamis kedua di bulan Maret. Pada tahun ini bertema “Kidney Health for All” atau dalam bahasa Indonesia menjadi “Kesehatan Ginjal untuk Semua”. Peringatan hari ginjal sedunia ini bertujuan meningkatkan kesadaran pentingnya ginjal bagi kesehatan dan mengurangi dampak penyakit ginjal serta masalah yang berhubungan dengannya.

Hari ginjal sedunia ini begitu penting untuk kita peringati mengingat makin meningkatnya dengan cepat insiden penyakit ginjal kronik (PGK), besarnya beban bagi kehidupan dan beban ekonomi yang mengerikan akibat dari penyakit ginjal kronik, dan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai ginjal dan PGK.

PGK sebagai Masalah Kesehatan Global

Penyakit ginjal kronik (PGK) yang oleh para ahli ginjal didefinisikan sebagai “adanya kerusakan ginjal dan atau penurunan fungsi ginjal selama 3 bulan atau lebih” diderita oleh kurang lebih 10% orang dewasa di dunia. Setiap tahun, 1 juta orang dewasa meninggal karena komplikasi yang berhubungan dengan PGK. Data di Indonesia yang diambil dari penelitian Pernefri atau perhimpunan nefrologi indonesia, perhimpunan dokter ahli ginjal dan hipertensi di Indonesia, yang dilakukan di empat kota besar, menunjukkan PGK diderita 12,5% orang dewasa di Indonesia. Satu dari 8 orang dewasa di Indonesia menderita PGK. PGK bersifat progresif dan akan berakhir pada Penyakit Ginjal Tahap Akhir (PGTA) yang lebih dikenal dengan Gagal Ginjal. Pasien dengan PGTA mempunyai fungsi ginjal yang sangat rendah sehingga memerlukan Pengobatan Pengganti Ginjal. Penggobatan pengganti ginjal terdiri dari Dialisis atau sering disebut cuci darah dan Transplantasi ginjal atau cangkok ginjal. Data dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan menunjukkan pembiayaan untuk pengobatan pengganti ginjal menempati salah satu pembiayaan terbesar.

Pentingnya Skrining dan Deteksi Dini

PGK pada tahap awal tidak menunjukan gejala dan tanda penyakit, pasien tidak ada keluhan dan bisa beraktivitas seperti orang sehat yang tidak menderita PGK. Pasien akan merasakan keluhan atau bergejala bila fungsi ginjal sudah tersisa sekitar 10%-20%. Bila fungsi ginjal sudah sekitar 10-20% pasien sudah menderita PGK lanjut atau PGTA. Pada kondisi ini barulah muncul gejala seperti pucat, cepat lelah, mual, muntah, nafsu makan menurun, didapatkan gerakan involunter dan bengkak. Bila keadaan ini berlanjut bisa terjadi penurunan kesadaran hingga kejang.

Tidak adanya gejala pada PGK tahap awal dan beban yang besar bagi pasien bila sudah masuk ke PGK tahap lanjut atau PGTA menjadi alasan untuk pentingnya dilakukan skrining dan deteksi dini PGK.

Skrining PGK dan deteksi dini PGK dilakukan dengan pemeriksaan laboratorium sederhana, yaitu pemeriksaan darah untuk memeriksa konsentrasi kreatinin dan pemeriksaan urin atau air seni untuk memeriksa adanya protein dalam urin dan adanya sel darah merah dalam urin.

Skrining dan deteksi dini sangat dianjurkan pada orang-orang dengan penyakit diabetes melitus, tekanan darah tinggi, riwayat penyakit ginjal pada keluarga, berat badan berlebih, perokok dan usia lebih dari 50 tahun.

Selain kelompok berisiko tinggi tersebut yang termasuk penyebab tersering, PGK juga bisa disebabkan oleh penyakit peradangan ginjal atau glomeruluonefritis. Penyakit ini tidak sering ditemukan namun karena bisa terjadi pada usia muda dapat menyebabkan dampak yang besar bagi penderitanya, karena dapat terjadi gagal ginjal atau PGTA di usia muda. Oleh karena itu perlu dilakukan pemeriksaan fungsi ginjal pada kelompok usia remaja dan dewasa muda seperti siswa sekolah menengah atau mahasiswa. Pemeriksaan ini bisa dilakukan pada saat tes kesehatan masuk sekolah atau perguruan tinggi, bukan hanya tes narkoba.

Ginjal yang Luar Biasa, Bagaimana Menjaga Kesehatannya?

Ginjal adalah salah satu organ tubuh yang menakjubkan. Salah satu fungsi ginjal yang sangat mengagumkan ialah menyaring hasil sisa metabolisme lalu membuang yang zat tidak diperlukan melalui air seni atau urin. Selama 24 jam Ginjal menyaring dan membersihkan sekitar 200 liter darah yang melewatinya lalu membuang kurang lebih 2 liter sisa metabolisme tubuh yang sudah tidak diperlukan dalam bentuk air seni. Setiap Ginjal anda terdiri dari jutaan sel unit penyaringan yang dinamakan Nefron. Selain itu, ginjal juga mengembalikan cairan yang masih diperlukan ke dalam aliran darah sehingga terjadi keseimbangan cairan dan mineral dalam tubuh kita. Tidak hanya menyaring darah, ginjal juga berperan dalam memproduksi hormon yang bermanfaat untuk tekanan darah, kesehatan tulang, dan produksi sel darah merah. Seperti kita ketahui bersama bahwa sel darah merah sangat berperan dalam membawa oksigen ke seluruh tubuh sehingga jaringan dan organ dapat bekerja dengan baik.

Bila dari pemeriksaan fungsi ginjal skrining yang disebut diatas didapatkan hasil yang normal atau ginjal kita sehat, kita harus menjaga kesehatan ginjal kita tersebut. Langkah-langkah yang bisa dilakukan yaitu:

  1. Menjaga tubuh agar selalu fit dan aktif
  2. Menjaga kadar gula darah dalam batas normal
  3. Mengontrol tekanan darah dalam batas normal
  4. Makan makanan bergizi seimbang dan jaga berat badan ideal
  5. Menjaga asupan cairan yang sehat
  6. Jangan merokok
  7. Jangan mengonsumsi obat-obatan bebas tanpa petunjuk dokter dalam jangka panjang.
  8. Lakukan pemeriksaan fungsi ginjal secara teratur apabila anda memiliki satu atau lebih faktor risiko tinggi seperti
  • Anda mempunyai penyakit Diabetes
  • Anda mempunyai penyakit Hipertensi
  • Anda mempunyai berat badan berlebih, overweight atau obesitas
  • Anda memiliki keluarga dengan penyakit ginjal
  • Anda etnis Afrika, Hispanik, Aborigin, atau Asia; dimana masyarakat Indonesia termasuk etnis Asia yang berisiko tinggi

Minum yang cukup dan sehat, bukan minum yang banyak.

Salah satu langkah untuk menjaga kesehatan ginjal adalah menjaga asupan cairan yang sehat. Asupan cairan yang sehat bukan berarti minum yang banyak, lebih tepat dikatakan dengan Minum yang cukup dan sehat.

Minum yang cukup berarti jumlah yang kita minum harus sesuai dengan usia, fungsi ginjal, dan aktivitas serta lingkungan. Pada orang dewasa muda yang sehat dengan aktivitas biasa dianjurkan minum 2000 ml dalam sehari. Pada usia lanjut dianjurkan minum 1000-1500 ml dalam sehari. Pada orang sehat yang berolahraga dianjurkan minum air seperlunya saja untuk memenuhi rasa haus, minum berlebihan tidak dianjurkan.

Pada penyakit tertentu jumlah air yang harus diminum harus sesuai, misal pada penyakit ginjal tahap lanjut, penyakit jantung dan penyakit paru jumlah air minum harus dikurangi. Untuk mencegah batu saluran kemih berulang pada individu dengan riwayat batu saluran kemih dianjurkan minum sebanyak 2000-3000 ml dalam sehari.

Minum yang sehat berarti jenis minuman yang kita minum harus yang baik untuk kesehatan. Air minum yang dianjurkan untuk kesehatan adalah air putih. Air minum yang manis atau mengandung gula harus dibatasi mengingat minuman ini menambah jumlah kalori yang masuk ke tubuh tanpa nilai nutrisi.

Dengan memahami dengan baik fungsi ginjal dan cara menjaganya serta penyakit ginjal kronik yang bisa memberikan dampak yang membebani penderitanya, lingkungan maupun negara, diharapkan kesehatan ginjal bisa dijaga.

Penulis : Pringgodigdo Nugroho