Indonesian Hydration Working Group (IHWG) kembali menyelenggarakan rangkaian IHWG Week yang diselenggarakan di gedung IMERI kampus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Salemba pada tanggal 6-8 November 2018. Rangkaian acara ini didukung oleh PT. Tirta Investama (Danone AQUA) dan H4H (Hydration for Health). Acara ini diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan para tenaga kesehatan tentang manfaat air dan hidrasi sehat, berdasarkan kajian ilmiah terkini.

Rangkaian kegiatan IHWG Week yang dilaksanakan selama 4 (empat) hari meliputi : Lunch Symposium dalam kegiatan ICE on IMERI, Meet The Expert, The 2nd Indonesian Hydration & Health Conference (IH2C), dan Master Class yang  diperuntukkan bagi dokter serta tenaga kesehatan lainnya dari berbagai universitas di Indonesia.  Selain pakar kesehatan dari dalam negeri, IHWG juga menghadirkan pakar kesehatan hidrasi internasional yaitu Professor Stavros A. Kavouras dari Arizona State University, USA; Professor Ivan Tack dari Toulouse School of Medicine Paul Sabatier University, France; Dr. Joan Gandy dari British Dietetic Association, UK; dan pakar gizi dari Peking University, China, Professor Guansheng Ma.

Kegiatan ini merupakan wujud dari visi dan misi IHWG yang baru merayakan ulang tahun yang ke-6 pada tanggal 10 Oktober lalu.  IHWG memiliki misi untuk meningkatkan ilmu pengetahuan mengenai hidrasi (Advancing in Hydration Sciences) dan membagi pengetahuan terkait hidrasi dan kesehatan (Sharing in Hydration Knowledge).  Selain itu, IHWG juga ingin berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidrasi atau air bagi kesehatan terutama pengaruhnya terhadap kognisi dan kesehatan ginjal.

Dalam rangkaian kegiatan ini, IHWG mengundang beberapa delegasi pakar kesehatan dari universitas-universitas lain di seluruh Indonesia untuk menjadi wakil IHWG dalam membantu meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebiasaan minum air yang sehat di daerah mereka masing-masing. Salah satunya adalah melalui kerja sama kami dalam program AMIR (Ayo Minum Air), yang didukung oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dan diselenggarakan di berbagai kota di seluruh Indonesia.

Ketua IHWG, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG(K), MPH mengatakan bahwa kesadaran masyarakat di Indonesia terhadap pentingnya minum air masih sangat dipengaruhi oleh letak geografis dan status sosioekonomi, dan juga tersedianya akses air minum yang aman.  Untuk mendorong perilaku masyarakat dalam memenuhi hidrasi sehat tersebut, IHWG beserta dengan PT. Tirta Investama (Danone AQUA) dan Kementerian Kesehatan mengembangkan bebagai program untuk meningkatkan kesadaran akan hidrasi sehat yang dapat membantu perubahan perilaku hidup yang lebih sehat seperti penelitian, advokasi dan edukasi kepada masyarakat dengan program Ayo Minum Air (AMIR).

Pada penutupan kegiatan The 2nd IH2C, para delegasi dilantik sebagai IHWG Champions yang akan menjadi duta hidrasi di lingkungan atau kota mereka masing-masing. Dengan adanya para perwakilan IHWG Champions, IHWG berharap bertambahnya pakar-pakar hidrasi di Indonesia, banyaknya penelitian tentang hidrasi serta  publikasi ilmiah dibidang hidrasi yang dilakukan oleh orang-orang Indonesia.

Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG (K), MPH juga menegaskan bahwa dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan perubahan perilaku dalam pemenuhan hidrasi sehat.  “Pemerintah, akademisi, komunitas, dan sektor swasta perlu terus berkolaborasi secara berkelanjutan untuk mengedukasi masyarakat dan mendorong kebiasaan mereka minum air guna meningkatkan taraf kesehatan di Indonesia terutama yang terkait kognisi anak dimana dengan hidrasi yang baik akan membantu meningkatkan konsentrasi belajar di sekolah” tegasnya.

IHWG sangat berharap konferensi IH2C dan program AMIR ini akan menciptakan dampak positif untuk mendorong kebiasaan minum air yang sehat, terutama pada anak-anak, dan tentunya meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh Indonesia. Sehingga para IHWG Champions sangat diperlukan perannya untuk ikut memonitor kebiasaan minum air dan kesehatan masyarakat di daerah mereka.