Mungkin Anda pernah mengalami dehidrasi usai menjalankan sebuah aktivitas berat. Minum air yang cukup sebelum dan sesudah aktvitas adalah cara tepat menghindari dehidrasi tersebut. “Ayo minum 2 liter atau 8 gelas sehari”.

Ajakan ini kembali disuarakan oleh Indonesian Hydration Working Group (IHWG), atau Kelompok Kerja Hidrasi Indonesia yang konsen pada bidang tersebut. Kali ini, IHWG dibawah pimpinan Dr. dr. Budi Wiweko, Sp.OG(K), menyasar mahasiswa, para staf, jajaran dekanat, dan pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dalam kegiatan olahraga bertajuk “Senam Bersama Otari (Olahraga Tanpa Dehidrasi)”.

Acara yang dihelat di area parkir Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Jakarta, Jumat (17/4) pagi ini juga dalam ranga memperingati World Day of Physical Activity atau Hari Aktivitas Fisik Sedunia yang jatuh pada 6 April 2015 lalu.

Wakil Ketua IHWG, dr. Aida Riyanti Sp.OG, mengatakan, berbagai bentuk kegiatan akan terus dilakukan guna mensosialisasikan kepada masyarakat banyak terkait pentingnya mengonsumsi air yang cukup bagi kesehatannya. “Ada seminar, persentase, pengobatan, dan kegiatan olahraga seperti ini. Dan rencananya, senam ini akan rutin kami jalankan dua minggu sekali,” katanya.

“Ada dua hal yang menjadi komitmen kami, yakni olahraga dan minum minimal delapan gelas per hari. Jadi dua hal ini harus seiring, olahraga disertai hidrasi yang cukup,” sambungnya.

Senada dikatakan Ketua Panitia kegiatan, dr. Dewi Friska, MKK. Kata dia, kegiatan tersebut diselenggarakan untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kebugaran tubuh, salah satunya melalui senam.

“Aktivitas fisik seperti senam ini memang penting. Tapi jangan lupa, penting juga untuk memperhatikan cairan dalam tubuh kita,” terangnya.

Senam Bersama Otari yang diikuti sekira 60-an peserta ini dipimpin oleh instruktur senam dari Yayasan Jantung Indonesia, yakni Hang Rahardjo dan Yati Suryatika. Peserta antusias mengikuti setiap kombinasi gerakkan yang dipandu secara bergantian oleh kedua instruktur tersebut.

Meski demikian, Hang Rahardjo justru lebih menyarankan untuk melakukan kegiatan olahraga yang lebih mudah, praktis dan efisien, yakni dengan berjalan kaki. “Kalau senam kan harus belajar dahulu. Barangkali yang lebih gampang adalah berjalan,” sarannya.

“Kalau jalan kaki, kita bisa menyesuaikan dengan kemampuan kita. Beda dengan senam, berenang atau lainnya. Kalau kita kelelahan di tengah jalan kan agak susah juga. Tapi bagus juga kalau bisa dikombinasikan dengan gerakkan senam yang simple saja. Setidaknya dijalankan 3-5 kali seminggu,” ungkap Hang yang juga aktif di Klub Senam Jantung Sehat (KJS) Pondalisa.

Olahraga Tanpa Dehidrasi

dr. Ermita I. Ibrahim Ilyas, salah satu pengurus IHWG juga pengajar FKUI kembali menegaskan pentingnya aktivitas olahraga bagi kesehatan tubuh. Kata dia, dengan berolahraga dapat meningkatkan kesehatan dan kualitas Sumber Daya Manusia.

“Rutinitas kita yang kurang berolahraga, pola hidup yang tidak sehat, apalagi kurang minum, inilah yang menyebabkan penyakit degeneratif meningkat dengan tajam,” tegasnya.

Manfaat olahraga, sebagaimana disampaikan dr. Ermita, antaralain, meningkatkan daya tahan jantung-pernapasan (stamina/bugar), menurunkan berat badan, mengurangi lemak tubuh, dan mengurangi risiko terkena penyakit degeneratif. Selanjutnya, olahraga juga dapat meningkatkan fungsi sel saraf/otak dan sinaps, memberikan rasa bahagia, mengurangi stress, juga meningkatkan sistem imunitas tubuh.

“Namun, untuk mencapai hal tersebut, olahraga itu haruslah yang tepat, benar, teratur dan secara rutin. Jadi kita harus tahu tujuan kita berolahraga, usia, tingkat kesehatan, jenis pekerjaan dan tingkat kebugaran,” jelasnya.

Lebih lanjut, dr. Ermita memaparkan, dalam satu minggu, sebaiknya aktivitas olahraga dilakukan sebanyak 3-4 kali. Kemudian dengan intensitas ringan dan sedang yang ditentukan dengan denyut nadi.

“Waktu berolahraga cukup 30-45 menit dengan jenis-jenis olahraga aerobik, seperti jalan, sepeda, renang, dan senam aerobic low impact seperti yang tadi kita lakukan bersama,” terangnya.

Lantas, bagaimana baiknya mengonsumsi cairan ke dalam tubuh sebelum dan sesudah Anda berolahraga? Dalam presentasenya tersebut dr. Ermita menjelaskan, baiknya sebelum berolahraga minum sebanyak 500-600 ml air atau minuman yang mengandung elektrolit selama 4 jam sebelum memulai.

“Atau jika memungkinkan, sebaiknya selama berolahraga pegang minuman, sehingga tiap 15 menit kita minum air tersebut,” kata dia.

Demikian halnya setelah berolahraga. Disarankan untuk kembali meminum air sebanyak 600-700 cc air atau sport drink. “Olahraga lebih dari satu jam dianjurkan minum minuman olahraga (sport drink) agar tidak dehidrasi,” tutupnya.

[pio]

 

This slideshow requires JavaScript.