Kualitas air tanah di Jakarta dipengaruhi oleh banyak faktor. Selain faktor sumbernya yang merupakan air tanah permukaan (bukan air tanah dalam), juga adanya faktor pencemaran dari lingkungan (termasuk air laut) dan manusia (jamban), sehingga sebelum digunakan sebaiknya dilakukan pemeriksaan sampel air tanah tersebut, apakah aman untuk dikonsumsi.
Filtrasi dapat meniadakan cemaran dalam bentuk partikel2 kecil, namun belum dapat dipastikan apakah juga bisa meniadakan kontaminasi jasad renik atau mikroba. Harus dilakukan uji laboratorium untuk memastikannya.
Bergantung dari kebijaksanaan sekolah untuk memanfaatkan dana BOS dan/atau peran serta orangtua siswa
Sebenarnya, pihak PU dan PAM berupaya agar air yang telah mereka proses bisa siap minum, namun pada kenyataannya air tersebut tercemar selama dalam perjalanannya ke rumah-rumah penduduk atau ke sekolah (melalui perpipaan yang tidak memadai).
Tidak ada alat yang tersedia. Selain menggunakan panca-indera kita (mata, hidung dan lidah), kita bisa mengirim sampel air ke laboratorium.
Dalam sehari kebutuhan air yang dikonsumsi oleh tubuh adalah 2 – 2,5 liter, kecukupan air ini dapat kita penuhi ketika kita terjaga. Pada saat kita tidur, kita tidak perlu minum, sehingga kita dapat tidur dengan nyenyak sepanjang malam tanpa terganggu harus bangun berkali-kali untuk minum dan berkemih
Air yang layak diminum adalah air yang jernih, tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, tidak mengandung kuman, tidak mengandung logam berat dan tidak menimbulkan endapan.
Air murni H2O (aquadest) tidak untuk diminum sehari-hari. Air yang kita minum mengandung sedikit mineral yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Kandungan mineral pada air, memberikan rasa yang berbeda-beda pada beberapa produk air kemasan.
Air yang didapat dari keran, sumur, sungai atau sumber air lainnya, harus memenuhi syarat di atas untuk dapat diminum.
Air minum yang dimasak belum tentu sehat karena air yang kita masak mungkin mengandung zat yang tidak sehat untuk tubuh seperti logam berat dan kalau dimasak tidak sampai mendidih, masih mungkin mengadung kuman.
Setiap air putih belum tentu sehat untuk dikonsumsi. Oleh karena itu, air minum yang layak dikonsumsi harus memenuhi syarat – syarat tersebut di atas.